Profil Biksu Buddha Ashin Wirathu, Penggerak Pembantaian Muslim Rohingya

loading...
loading...
loading...
Sosok seorang biksu Buddha bernama Ashin Wirathu, di Myanmar kini menjadi sorotan dunia. Bukan karena prestasinya, melainkan aksi provokasinya dan disebut penggerak kaum Buddha di Myanmar membantai serta menyerang Muslim Rohingya.
Profil Biksu Buddha Ashin Wirathu
Wajahnya yang tenang, pakaiannya yang sederhana seperti biksu pada umumnya ternyata jauh bertolak belakang dengan apa yang dilakukannya. Media barat seperti Majalah Time, New York Times, sampai Washington Post melabelinya sebagai pembenci muslim.

“Sekarang bukan saatnya untuk diam,” kata Ashin seperti dikutip Time, Rabu (20/5/2015). Sosok Ashin ini tak hanya menarik minat Time saja, The Washington Post juga menyorot sepak terjang Ashin yang disebut sebagai pemimpin dalam pergerakan pembantaian Rohingya.

“Kamu bisa saja penuh cinta dan kebaikan, tapi kamu tidak akan bisa tidur tenang di sebelah anjing gila,” tutur Ashin seperti mengutip Washington Post. Anjing gila yang dimaksud Ashin tak lain merujuk pada Muslim Rohingya.

Ashin pun dengan terang-terangan di depan ‘jamaah’nya dalam ceramah di sebuah kuil menyebut Muslim Rohingya sebagai musuh. New York Times menulis jelas bagaimana kebencian Ashin pada kaum Rohingya. “Saya bangga disebut sebagai umat Buddha garis keras,” tutur Ashin seperti dikutip dari New York Times.

Siapakah Sebenarnya Biksu Ashin Wirathu?
Siapakah sebenarnya sosok ini dan mengapa ia sangat membenci umat islam? Berikut profil Biksu Ashin Wirathu, dilansir dari berbagai sumber.

Ashin lahir pada tanggal 10 Juli 1968 di Kyaukse, Mandalay, Myanmar. Pada usia 14 tahun dia meninggalkan bangku sekolah untuk menjadi seorang biksu. Dia mulai dikenal publik dunia sejak terlibat dalam gerakan 969, sebuah gerakan nasionalis yang melawan apa yang mereka sebut sebagai ekspansi Islam yang didominasi oleh Buddhis Burma. Gerakan ini sebetulnya juga dilarang oleh pemerintah Myanmar dan Komite Biksu Burma serta dikecam dunia.

Gerakan Anti Islam
Gerakan kebencian kepada umat Rohingya di Myanmar yang dilakukan sekelompok biksu dianggap sebagai anomali karena pengikut agama Buddha dikenal jarang bersifat agresif yang mengutamakan meditasi pikiran dan kedamaian.

Pada tahun 2013, akibat gerakan kekerasan anti islam yang dipeloporinya, Ashin Wirathu dijebloskan ke penjara dengan hukuman 25 tahun tetapi kemudian dibebaskan pemerintah Myanmar bersama tahanan politik lainnya. Sejak terjadinya reformasi di pemerintahan Myanmar pada 2011, Ashin menjadi lebih aktif mengkampanyekan kebenciannya kepada umat muslim lewat Youtube dan sosial media. Kini follower akun Youtube-nya melebihi 37 ribu follower

Ashin diketahui sebagai tokoh pendukung rencana kontroversial Presiden Thein Shein untuk mengirim muslim Rohingya ke negara dunia ketiga. Pada 21 Juli 2013, Ashin menjadi target pengeboman, namun ia berhasil lolos dengan selamat. Ia mengkampayekan larangan pernikahan antara umat Buddha dan Islam dan gerakan boikot toko yang dimiliki umat muslim. Kini, Ashin memiliki pengikut dari biksu dengan jumlah lebih dari 2.500 orang.

Mengapa pemerintahan Myanmar tidak menghentikan gerakan Ashin Wirathu?
Kini pemerintahan Myanmar dijalankan oleh pemimpin sipil setelah hampir 50 tahun di bawah kepemimpinan junta militer. Namun reformasi ini tidak berjalan dengan baik ditandai adanya perseteruan antar umat beragama di negara ini.

Banyak pihak mengatakan aksi Wirathu ini tidak dipersoalkan pemerintah Myanmar karena Wirathu didukung oleh kebanyakan rakyat Myanmar dan menjadi sosok paling populer di negara itu terutama jika dikaitkan dengan gerakan anti muslim Rohingya. Menteri Agama Myanmar malah menyebutkan tidak akan menghentikan aksi Ashin sebelum mereka menerima keberatan dari penduduk.

Sebenarnya gerakan anti muslim ini ditentang oleh sebagian masyarakat Myanmar. Salah satunya datang dari organisasi Liga Wanita Birma. Mereka menyebut Ashin sebagai sosok pencemar nama baik Myanmar dan mencoreng nama Budha di balik jubah yang dipakainya sebagai biksu. Mereka juga menentang ide Ashin yang melarang wanita Myanmar menikahi pria beragama lain
sumber: goo.gl/Ipq12S
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger