Di Aceh, Teungku Dayah Ditahan, Lonte Dilepaskan

loading...
loading...
Ketua FPI Nagan Raya, Tgk Neldi Isnayanto resmi mendekam dibalik jeruji besi, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Nagan Raya ini ditangkap oleh Polres Aceh Barat karena terlibat dalam pengurasakan Cafe yang diduga menjadi tempat maksiat di Meulaboh pada september lalu.
Di Aceh, Teungku Dayah Ditahan, Lonte Dilepaskan
Pada 23 Oktober kemari, Tim Polresta Banda Aceh berhasil mengamankan seorang Germo atau Mucikari dan Enam Wanita Pekerja Sex Komorsial (PSK), sayangnya ke Enam Wanita Kupu - kupu malam itu dilepaskan dan dikembalikan kepada pihak keluarga dengan dalih untuk mendapat Pembinaan. Ke Enam Lonte tersebut hanya ditetapkans ebagai Saksi.

Langit Aceh seakan redup, Cahaya hukum mulai pudar. Pemberantas maksiat harus mendekam dipenjara, pelaku zina dibebaskan. Netizen Aceh melalui Jejaring Sosial media saat ini selalu membandingkan hukum bak pisau tersebut.

Saat kasus ini menjadi sorotan publik, sayangnya Pemerintah kita diam. Padahal Aceh sebagai daerah yang dilakap dengan sebutan Negeri Serambi Mekkah mempunyai kewenangan dan keistimewaan menegakkak hukum berlandaskan Syari'at Islam.

LSM, Ormas di Aceh hanya sibuk mencari kambing hitam lewat kesalahan - kesalahan elit politik yang bernaung dalam Pemerintahan, sayangnya kasus seperti ini hanya jadi omong kosong didunia maya, didunia nyata kom kali kom sama dengan kom.

Terima kasih telah membaca artikel ini & dipublikasikan oleh Nanggroe Aceh
sumber: http://www.nanggroeaceh.net/2017/11/di-aceh-teungku-dayah-ditahan-lonte.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook&m=1
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger