4 Bulan Raskin Tak Turun, Seorang Nenek di Aceh Barat Terpaksa Makan Ubi

loading...
loading...
Sebanyak 74 kepala keluarga (KK) warga Desa persiapan Pasir Putih, Kecamatan Meureubo, Kabupaten Aceh Barat mengeluh tidak mendapat jatah beras miskin (Raskin). Hal ini sudah berlangsung empat bulan sejak awal 2017.
“Tahun 2017 ini kami belum mendapatkan jatah beras miskin, kemudian ada jatah raskin bulan 13 dan 14 2016 juga belum kami terima,” kata Nardi (60) kepala Dusun II Desa persiapan Pasir Putih kapada wartawan, Jum’at 28 April 2017.
Nardi mengaku tidak mengetahui penyebab keterlambatan raskin gratis yang diluncurkan Pemkab Aceh Barat 2016 lalu. Walaupun gratis, warga menyumbang sesuai kesepakatan Rp 10.000 untuk biaya transportasi dari kecamatan hingga ke desa mereka.

“Setiap KK mendapat jatah 15 Kg,” tuturnya.
Keterlambatan raskin gratis berdampak pada warga yang tidak mampu membeli beras. Seperti keluarga Nek Toimah (65), ia bersama anak dan cucunya mengonsumsi tiwul yang dibuat dari bahan baku ubi busuk.

“Kami tidak sanggup beli beras karena tidak memiliki sumber pendapatan apa-apa. Apalagi kami tidak ada yang cari nafkah lagi. Suami dan menantu sudah lama meninggal dunia, sehingga terpaksa kami makan ubi untuk menggantikan nasi,” tuturnya.

Toimah berharap mendapat uluran bantuan modal untuk usaha ternak, sehingga mereka mampu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
“Saya kalau dibantu usaha ternak saja, karena kalau di sini sulit untuk bercocok tanam. Kalau dibantu ayam atau bebek, minimal dari usaha ternak itu dapat kami beli beras,” keluhnya. (KOMPAS)
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger