Toleransi Aceh untuk Hindu dan Kafir Zimmi Lain, Dulu Kini dan Esok

loading...
loading...
Minggu, 16 April 2017, di Kuil Palani Andawer di Gampong Peulanggahan, Banda Aceh, puluhan umat Hindu Banda Aceh membuat acara Maha Puja Pangguni Uthiram.
Toleransi Aceh untuk Hindu dan Kafir Zimmi Lain, Dulu Kini dan Esok
Perayaan ini merupakan upacara keagamaan yang juga dikenal dengan sebutan Thaipusam. Pertama kali dilakukan pada April 2013 lalu di Banda Aceh.

Perayaan Thaipusam ini dilakukan dengan mengarak patung dewa dari Kuil Palani Andawer menuju ke bantaran Krueng (sungai) Aceh yang berada di dekat kuil itu juga. Masyarakat sekitar datang berduyun-duyun menyaksikan  upacara itu. Sesuatu yang unik, biasanya dilihat di dalam film Inidia, tapi kini ada di depan mata.

Thaipusam merupakan perayaan untuk menghormati Dewa Hindu dan Dewa Murugan, serta upacara untuk memohon ampun atas dosa-dosa yang dilakukan selama ini. Thaipusam dirayakan pada bulan Thai atau bulan kesepuluh dalam kalender Tamil.

Keberadaan orang Hindu di Aceh, sejak zaman kesultanan, aman sentosa. Disebabkan sultan Aceh menerapkan ajaran Islam, bahwasanya Rasulullah saw memerintahkan untuk melindungi kafir zimmi (nonmuslim).

Selain orang Hindu, orang Kristen, Budha, dan lainnya, pun diizinkan tinggal dan beribadah sesuai dengan agama dan keyakinannya.

Sampai kini, dan selamanya, umat nonmuslim dan rumah ibadahnya tidak akan pernah disentuh oleh orang Aceh.

Disebutkan, pada suatu ketika, Sultan Aceh bahkan pernah mengizinkan kaum Nasrani mendirikan sebuah gereja di Banda Aceh.

Menjaga kerukunan antarumat beragama bagi orang Aceh merupakan budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun. 

Toleransi artinya kita melindungi mereka, menjaga hak-haknya. Tetapi kaum minoritas sendiri harus menjaga diri, sebagai tamu. Anda sopan, kami segan.

Yang terjadi baru-baru ini, mungkin mulai keluar dari batas keramahan, misalnya, jika kafir zimmi yang dikontrol dari luar mulai membuat kelompok untuk mempengaruhi kaum muslimin. Itu melanggar batas adat.

Umat Islam di Aceh, terutama di Banda Aceh adalah penduduk kota paling toleran antarumat beragama di Asia Tenggara. 

Penduduk Aceh itu 99 persen Islam dan menghormati kaum minoritas. Kita bisa melihat tingkat peradaban sebuah bangsa dengan bagaimana mereka memperlakukan orang kecil dan minoritas. Aceh akan terus menerus dengan sikap toleransinya, meskipun ada usaha penghasutan dari luar, karena Aceh memiliki karakter mulia ini.[]
Sumber: Portalsatu.com Editor:Thayeb Loh Angen
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger