PLN Kecewakan Masyarakat, Aceh Gelap Gulita

loading...
loading...
Pelanggan Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam hal ini masyarakat Aceh kecewa yang selama ini kerap memadamkan listrik tanpa mengenal waktu. Hingga malam ini, Senin (3/4) sejumlah titik di Aceh gelap gulita.
PLN Kecewakan Masyarakat, Aceh Gelap Gulita
“Beberapa hari belakangan ini listrik kerap padam dan tidak mengenal waktu. Tadi pas jelang magrib kami sudah bersiap menuju meunasah untuk shalat magrib berjama’ah, dan ternyata listrik malah padam. Kami pun shalat dengan diterangi lilin, informasi listrik nyala tiga jam setelah padam, tapi ini sudah lebih tiga jam,” kesal sejumlah warga pelanggan listrik di Aceh Utara.

Menyikapi keluhan itu, PT  PLN (Persero) Wilayah Aceh menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh masyarakat di Aceh atas ketidaknyamanan akibat listrik kerap padam. Masyarakat diminta memaklumi  bahwa pemadaman untuk memaksimalkan kendala serta kontiniunya pasokan energi listrik menjelang Bulan Ramadhan.

“Maka PLN melakukan uprating konduktor, penggantian kable Tranmisi dari ACSR 240 mm2 kha 600 A. menjadi ACCC 310 mm2 kha 1200 A. Pelaksanaan pekerjaan tersebut dimulai dari tanggal 02 April 2017 dan diperkirakan Insya Allah selesai pada tanggal 22 Mei 2017,” ujar Humas PT PLN (Persero) Wilayah Aceh, T Bahrul Halid kepada Waspada Online.

Dijelaskan, pemadaman bergilir dalam beberapa waktu terakhir karena ada beberapa pembangkit sedang dalam pemeliharaan. Pihaknya memastikan bahwa kebijakan pemadaman listrik bergilir pertiga jam di sejumlah wilayah di Aceh bukan faktor kesengajaan, melainkan keputusan terberat yang harus diambil oleh manajemen untuk menjaga agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar dan lebih luas.

Salah satu alasan dilakukan pemeliharaan terhadap sejumlah pembangkit yang ada di Aceh seperti PLTU Nagan Raya 1 dan pembangkit di Sumatera Utara dilakukan untuk menjaga keandala listrik menjelang Bulan Suci Ramadhan.

“Ini dilakukan agar umat muslim dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk selama Bulan Suci dengan khusyuk, tanpa adanya gangguan pemadaman. Sebelumnya PLN Aceh telah menginformasikan kepada masyarakat bahwa sehubungan dengan pemeliharaan pembesaran konduktor saluran Transmisi dari Pangkalan Brandan ke Binjai Sumut, serta terjadi gangguan PLTMG Arun yang berakibat beban Arun turun pada saat beban puncak menjadi 70 MW,” sambung Bahrul.

Maka telah menyebabkan keterbatasan transfer arus listrik dari Sumut, kondisi itu membuat manajemen PLN Aceh dengan sangat terpaksa melakukan pemadaman bergilir per 3 jam selama 1 periode untuk wilayah Banda Aceh, Aceh Besar, Sigli, Pidie Jaya, Meulaboh, Aceh Jaya , Bireun, Aceh Utara, Lhokseumawe, Aceh Timur, Kota Langsa , Aceh Tamiang.

“Pemadaman dilakukan untuk menaikkan dan mempertahankan tegangan supplay agar tidak terjadi pemadaman yang lebih besar (blackout). Tentunya pihak PLN terus berupaya secepat mungkin untuk menormalkan kondisi ini. Sekali lagi kami atas nama PLN Aceh memohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga sistem kelistrikan Aceh dapat segera pulih kembali,” tukas Bahrul.(wol/chai/data1)
sumber: http://waspada.co.id
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger