Harga Emas Selangit, Jomblo Aceh Menjerit

loading...
loading...
Harga emas di toko-toko emas di Banda Aceh ikut naik seiring naiknya harga emas di pasar internasional. Pada Selasa (12/7), harga “si kuning” di Banda Aceh hampir Rp 1,9 juta/mayam tepatnya Rp 566.000/gram, sehingga per mayam Rp 1.884.780 (satu mayam setara 3,33 gram), belum termasuk ongkos buat.
Harga Emas Selangit, Jomblo Aceh Menjerit
Demikian diberitakan Harian Serambi Indonesia hari ini. Tak berapa lama setelahnya, fenomena kenaikan harga emas, yang merupakan tertinggi selama kurun 2016 ini, kemudian mendapat tanggapan beragam dari masyarakat Aceh, khususnya para anak muda yang masih jomblo (bujang).

Selama ini, emas memang identik dengan mahar untuk menikah di Aceh. Bahkan ada yang iseng membuat grafik jumlah mahar (mas kawin) berdasarkan wilayah di Provinsi Aceh. Wanita Pidie disebut-sebut sebagai yang termahal dalam mematok "tarif" (lihat gambar diatas).

Komentar lajang Aceh satu ini misalnya, yang terlihat "merintih" pada dinding akun facebooknya, sungguh begitu menyayat hati siapapun yang membacanya.

Memikirkan tingginya mas kawin, acap menjadi momok yang sangat menakutkan bagi para lelaki Aceh, yang hendak membina rumah tangga. Hal ini melanda mereka yang merasa dirinya belum mapan, sementara dari segi umur sudah sangat layak untuk menikah.

Padahal tidak semua orang tua mempelai wanita di Aceh akan memasang mahar tinggi, ketika ada yang ingin mempersunting anaknya. Bahkan ada yang hanya melihat latar-belakang keluarga si laki-laki, apakah dia itu berasal dari keluarga baik-baik, punya pendidikan agama, dan lain-lain, tanpa mempersoalkan jumlah mahar.

Namun, adat dan kebiasaan setempat telah membuat orang-orang yang ingin menikah, umumnya akan diliputi kegelisahan soal mahar. Bila menikah dengan mahar ala-kadar, umumnya wanita Aceh cenderung akan merasa minder dengan teman-temannya yang menikah dengan mahar lebih tinggi, begitupun di pihak lelaki, dia akan dianggap kurang tajir.

Karuan saja, kebiasaan itu telah menyebabkan Aceh sebagai satu-satunya Daerah di Indonesia, yang telah menerapkan Hukum Islam ini dilanda berbagai kasus khalwat (mesum), yang trendnya kian hari kian meningkat. Kurangnya lapangan kerja di Serambi Mekkah, juga telah menjadikan persoalan "ke penghulu" ini menjadi kian kompleks. 

Banyak pasangan muda-mudi yang secara "batin" sudah siap menikah, namun secara "lahir" belum cenderung memilih jalan pintas. Umumnya hal tersebut dilakukan oleh mereka yang lemah iman dan dangkal pemahaman terhadap agama, sehingga tidak kuasa melawan dorongan "arus bawah"nya.

Semoga ini menjadi konsen dari para pemangku kepentingan di negeri ini, untuk segera dicarikan solusi, agar para "bujang lapuk" bisa segera berlayar ke "pulau kapuk", bersama pasangan halalnya.

Jadi, "Bek coba-coba teumanyong 'pajan kawen' bak aneuk muda Aceh jinoe siat beuh? Abeh neuh"...hehehe.
sumber: http://www.goolerampoe.com/2016/07/harga-emas-selangit-jomblo-aceh-menjerit.html
loading...

Artikel Portal Fia Lainnya :

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2016 Portal Fia | Powered by Blogger